free falling Moscow
sombreboite:

Brandon Jordan

sombreboite:

Brandon Jordan

(via smokeysmokesmoke)

you’re not uncomfortable. you just scared for can’t hold your desire toward me.

// ambisi itu penting//

akhir-akhir ini gue merasa ada yang aneh dalam pola hidup gue…

diperjalanan pulang kantor jam setengah sebelas malam. di jalanan jakarta yang lumayan udah sepi, tapi masih macet di bilangan antasari (fuck), gue merenung. apa sih yang hilang? sampe gue merasa hidup gue kok gak bergairah banget akhir-akhir ini?

punya kerjaan? punya. BANYAK.

punya uang? punya. ga banyak.

punya keluarga? punya. alhamdulillah masih lengkap

punya sahabat? punya. mereka kecintaan.

punya pacar? ga punya. tapi bukan ini deh penyebab ketidak-bergairahan.

punya pelampiasan gairah alamiah manusia? punya.

setelah merenungi apa itu missing link-nya, gue akhirnya punya jawaban…

" gue ga punya ambisi. "

pantesaann.. idup gue kok kaya robot banget. pagi bangun, mandi, siap-siap kerja, makan, minum, boker, sosialisasi, kerja lagi, pulang…

tapi ga ada ambisi disitu. gue ga punya sesuatu yang harus gue kejar, yang harus gue raih, yang harus gue miliki.

kalo kata danisa… “seorang winnie tanpa ambisi itu bukan winnie banget”

ya terus gimana dong… gue juga bingung sama apa yang harus gue kejar. ga ada. flat banget semuanya. kalo taun lalu banyak ambisi yang gue kejar. ambisi ngelarin skripsi, ambisi punya kerjaan, ambisi jadi nomor satu dalam kerjaan, ambisi menangin chika di connection. sekarang bener-bener zero aja gitu.

mungkin juga gue masih takut punya ambisi. gue takut kecewa sama ambisi itu sendiri. awal taun ini gue dihajar kekecewaan akibat ambisi gue yang meluap-luap. mungkin alam bawah sadar gue bilang “istirahat dulu deh lo dari ambisi-ambisi lo yang bejibun itu”. jadi sekarang gue ga menginginkan apa-apa. flat kaya tv emak gue…

but living without ambition is depressing..

yaudah deh gue mau menciptakan ambisi-ambisi gue. hidup kaya gini kaya zombie man.

During the ‘patah hati’ phase: In order to keep your eyes dry, You have to meet you brayy
hahaha.. lebih manjur dr obat asal madura! (via y-manik)
Danvo

Danvo

// stomp stomp stomp//

“Lo jangan mau diinjek-injek cowok”- danisa, lewat bapaknya yang rock n roll

Well, kata kata itu timbul tenggelam. Di tengah ke idiotan gw dikala menghadapi sebuah fenomena mistis bernama cinta. *duilah*

“lo jangan mau diinjek-injek cowok”

……

A very bold statement. Siapa sih yang mau diinjek-injek? Jempol kaki lo keinjek ga sengaja aja rasa sakitnya luar biasa, apalagi kalo logika lo yang diinjek-injek? Tapi who knows pada suatu masa lo mengalami masa-masa kelam ketika ada setan turun dari langit yang menganggu nalar logika lo yang notabene sehat walafiat dan menjadikannya struk ringan?

Banyak banget masalah, baik di kehidupan nyata ataupun sinetron, yang jalan keluarnya sebenernya Cuma satu, jangan pernah mau diinjek-injek cowo, and you will totally fine. Case closed.

Sayangnya,ada sebagian orang yang sadar ga sadar udah keinjek-injek.

(telunjuk dari langit mengarah ke gue)

Yaa.. been there done that. Lucunya, gw jadi sadar tingkah laku temen-temen gue buat nyelametin gw dari keidiotan yang melanda cukup variatif; kebanyakan ngajak minum-minum sih, tapi yang paling remarkable itu ada yang jambak-jambakin gue, ada yang ngajakin gue rukiyah, ada yang ngasih bacaan doa&dzikir, ada yang ngajak ke banten buat beli jenglot, dan yang paling bermakna ada yang ngasih mantra aji pengasihan yang dia dapetin dari majalah misteri.

Eits, jangan mikir gue beneran baca mantra aji pengasihan itu yaa..

Sambil menutup tulisan ini, gw berjanji dalam hati agar kedepannya omongan bapaknya danisa akan selalu gue inget sampe mati, tidak lagi timbul tenggelam.

Salam setrong :))

// an usual request//

"nasi gorengnya jangan pedes ya, tanpa sayur"

"minumnya?"

"estee"

………….

"mi goreng dong pliisssssss"

"emang ga bs bikin sendiri apa!!"

" plis ya plis"

…………..

"seat-nya yang tengah udah abis. mau dihajar yg pinggir apa next show aja?"

"next show aja deh. mana enak pinggir"

………….

"cheese burger plain, lemon tea, upsize"

………….

"peluk dari belakang"

"ogah, ntar langsung tidur!"

………….

// old friend named ‘death’//

On one fine evening, me-fani-sashi-chika had a random conversation (like always we do). Mengalirlah obrolan ke masalah penyakitnya sashi, dan sampai pada topik "the curse of 27". kira-kira inti dari pembicaraannya…

sashi : “yes, i’m going 26. and by next year, i’ll be 27

gw    : “klo gitu hati-hati sash, jaga kesehatan.. apa lagi elo musician”

fani   : “ehh winn!! ngomong sembarangan, gw sundut ya lo!”

…. di jalan pulang gw mikir. gw ga mikirin omongannya fanie. i always say what i’d like to say anyway. gw lebih mikir.. kenapa orang-orang sensitif banget sama topik tentang kematian? why they become so mad when it comes to ‘death topic’? kenapa orang selalu bersorak menyambut kelahiran, tapi terlalu gamang untuk menghadapi kematian? padahal kelahiran dan kematian adalah 2 kejadian yang pasti dalam siklus kehidupan manusia. kelahiran mungkin masih bisa dihindari ataupun ditolak manusia. tapi kematian, siapa yang bisa menolaknya? i think no one can stop it. except the almighty god. so what’s wrong with the death? 

kematian identik dengan kesedihan, penderitaan, dan perpisahan. mungkin perpisahan yang membuat kematian menjadi alasan utama mengapa topik tersebut dijauhi orang-orang. menurut gue, poinnya adalah: perpisahan dengan orang yang lo sayang untuk selamanya bukanlah sesuatu yang mudah bagi siapapun

ada satu cerita tentang kematian yang gue suka banget, yaitu the tale of three brother -Harry potter and the deadly hallows- kisah tersebut menceritakan tentang 3 saudara penyihir yang berhadapan dengan kematian. mereka berhasil mengalahkan niat licik kematian. sebagai imbalannya, kematian memberikan reward kepada 3 saudara tsb. the oldest brother minta tongkat sihir yg paling kuat, the 2nd minta batu yg bisa membangkitkan orang yg telah meninggal, and the youngest minta invisible cloak dengan maksud agar kematian tidak bisa mengikutinya….. singkat cerita, the oldest brother dibunuh seseorang dan tongkatnya dicuri. kematian pun mengambil nyawanya. the 2nd brother depresi karena kekasihnya yg telah meninggal nampak menderita walaupun telah dibangkitkan dengan batu abadi. ia pun memilih untuk bunuh diri, kematian berhasil mengambil nyawanya. the youngest brother? kematian berusaha mencarinya selama bertahun-tahun. tapi tidak kunjung menemukannya berkat invisible cloak. ketika merasa sudah cukup tua, ia pun mewariskan invisible cloak itu kepada anaknya. and the best line is… “and then he greeted death as an old friend, and went with him gladly, and they departed this life, as equals.”

gue memahami diri gue sendiri sebagai orang yang bersepakat dengan the youngest brother. yep, i take death as the old friend… entah mengapa, sampai dengan detik gw menulis ini, gue merasa siap untuk menghadapi kematian. gue pernah berada di kejadian ‘dikit-lagi-gw-mati’ paling engga 2x. di dua kejadian itu, detik-detik trakhir ‘nyaris-mati’, gw bergumam: “okaayy i’m ready, here comes the death" tapi kematian nampaknya belum menjemput gue, dan belum saatnya gue meninggal kali ya… buktinya gue masih bisa nulis gengges kaya gini. hehehe… 

okay, all done with me. but how about the others death?

memang sulit sekali rasanya membayangkan orang yg kita sayang dijemput oleh kematian. mungkin suatu hari nanti gue harus belajar ikhlas ketika ‘sahabat lama’ itu muncul disekitar gue. semoga gw bisa.

greetings for you, death.. see you when i see you 

(Source: karaleva)

By far
the finest tumblr
theme ever
created
by a crazy man
in Russia